Penyelenggaraan Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 dipercayakan kepada Universitas Muslim Indonesia, perguruan tinggi yang berdiri di Makassar sejak 23 Juni 1954 dan sejak itu tumbuh sebagai salah satu kampus Islam tertua di kawasan timur Indonesia.
Menjadi tuan rumah berarti menyiapkan seluruh rangkaian 21–25 Oktober 2026 untuk delegasi dari seluruh penjuru nusantara: ruang pameran bagi ratusan poster dan luaran program, kelas-kelas semiloka, panggung malam penganugerahan, serta segala yang menyertainya — akomodasi, transportasi, dan keramahan yang membuat tamu betah.
Nilai yang dibawa
UMI didirikan atas prakarsa ulama, cendekiawan, dan tokoh masyarakat Sulawesi, di bawah naungan Yayasan Wakaf UMI, dan mengembangkan pendidikan dan dakwah melalui pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pembinaan karakter. Identitasnya tercermin dalam nilai berilmu amaliah (ilmu diwujudkan dalam tindakan yang bermanfaat), beramal ilmiah (tindakan didasari pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan), dan berakhlakul karimah (kejujuran, kepedulian, saling menghormati, dan tanggung jawab) — sejalan dengan semangat pemberdayaan yang menghargai kebutuhan dan martabat mitra.
Kampus II UMI, pusat kegiatan
Seluruh kegiatan dipusatkan di Kampus II UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar: registrasi di pelataran Masjid Umar Bin Khattab, Expo di Auditorium Aljibra, pembukaan di GOR UMI, semiloka dan sarasehan di Fakultas Kedokteran, dan malam penganugerahan di Taman Firdaus. Peta lokasinya ada di Transportasi dan Akses ke Venue.
Yang memimpin penyelenggaraan
- Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H. — Rektor Universitas Muslim Indonesia
- Prof. Dr. H. M. Kamal Hidjaz, S.H., M.H. — Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ketua Panitia Anugerah Abdidaya Ormawa 2026
Susunan panitia selengkapnya beserta narahubung tersedia di Panitia dan Narahubung.
Makassar, Kota Daeng
Makassar adalah kota terbesar di kawasan timur Indonesia dan pintu masuk ke wilayah itu. Dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, delegasi hanya perlu satu perjalanan darat untuk sampai ke kampus. Nama bandaranya pun menyimpan cerita yang sama dengan maskot ajang ini — Sultan Hasanuddin, sang Ayam Jantan dari Timur.
Di kota ini, menyambut tamu bukan urusan seremoni. Karena itu rangkaian Abdidaya 2026 dirancang tidak berhenti pada penilaian dan penghargaan, melainkan juga memberi ruang bagi delegasi untuk mengenal Makassar: makanannya, lautnya, dan orang-orangnya.
Menyiapkan kedatangan
- Transportasi dan akses ke venue — dari bandara hingga titik kumpul di kampus.
- Akomodasi untuk delegasi — penginapan rekomendasi panitia.
- Kuliner dan wisata Makassar — yang layak disempatkan di sela agenda.
- Kontak panitia — bila ada yang perlu ditanyakan sebelum berangkat.